COVID-19 Sudah Dapat Di anggap ‘Enteng’kah?

COVID-19 Sudah Dapat Di anggap ‘Enteng’kah? Seperti Flu? Begini Kata Pakar

COVID-19 Sudah Dapat Di anggap ‘Enteng’kah?, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa akhir pandemi COVID-19 berada di depan mata.

WHO melaporkan telah terjadi penurunan angka kematian yang signifikan akibat COVID-19. Dengan situasi pandemi yang mulai di anggap semakin ringan, muncul pertanyaan,

kapan COVID-19 bisa di anggap seperti flu biasa?

Spesialis penyakit menular dari University of California dr Monica Gandhi menyatakan bahwa sudah semakin banyak orang yang memiliki kekebalan cukup.

Ia juga menyatakan dengan gejala Omicron yang ringan, COVID-19 bisa di jalani seperti mendapatkan flu musiman.

Jadi, kecuali varian yang lebih ganas muncul, ancaman COVID telah berkurang jauh bagi kebanyakan orang, yang berarti bahwa mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Dengan cara yang biasa Anda jalani dengan flu musiman endemik,” katanya di kutip dari NPR.

Sementara itu, Penasehat Medis Gedung Putih AS dr Anthony Fauci menyatakan tidak setuju bahwa COVID-19 sudah bisa di anggap seperti flu.

Ia menegaskan COVID-19 masih menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius dibanding dengan flu.

“Maaf, saya tidak setuju. Tingkat keparahan (antara COVID dan flu) satu di bandingkan dengan yang lain benar-benar cukup mencolok.

Dan potensi untuk membunuh satu di banding yang lain benar-benar sangat mencolok,” ucapnya. COVID adalah masalah kesehatan masyarakat

yang jauh lebih serius daripada influenza,” tambahnya. Bagaimana dengan situasi di Indonesia?

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mochammad Syahril menanggapi kemungkinan prediksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait akhir pandemi COVID-19 di depan mata.

Menurutnya, ‘hilal’ akhir pandemi tersebut bisa saja tidak terlaksana jika sejumlah strategi tak lagi di lakukan.
Ada enam hal yang menurutnya masih harus

di gencarkan pemerintah meski situasi COVID-19 tampak melandai. Hal tersebut meliputi vaksinasi, testing dan sequencing, sistem kesehatan,

persiapan lonjakan kasus, pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19, hingga informasi penting kepada masyarakat.

“Jadi pengumuman dari Di rjen WHO itu harus di ikuti dengan enam hal tersebut. Memang beliau menyebutkan ada loh tanda-tanda atau hilal muncul suatu kepastian,” terang dr Syahril dalam konferensi pers.

Tapi mungkin waktunya akan panjang atau tidak terjadi jika kita tidak melakukan langkah tersebut. Ingat ini masih pandemi,” pungkasnya.

baca juga: Menebak Alasan Rental Motor di Bali

Related Posts