Teriakan Kuat Ma’ruf untuk Larang Brigadir J

Teriakan Kuat Ma’ruf untuk Larang Brigadir J Gendong Istri Sambo

Teriakan Kuat Ma’ruf untuk Larang Brigadir J, Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

baca juga: Bareskrim Polri Temukan Ladang Ganja

Kelima orang itu adalah Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang merupakan istri dari Irjen Ferdy Sambo.

Meski sudah ada lima tersangka yang di tetapkan, hingga kini Polri belum mengungkap motif utama dari para tersangka tega menghabisi nyawa Brigadir J.

Hal ini yang hingga kini masih menjadi tanda tanya di masyarakat. Meski demikian, ada dua peristiwa di Magelang yang di duga menjadi awal mula timbulnya niat Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.

Peristiwa yang di Magelang itu melibatkan istri dari Sambo, Putri Candrawathi dan Brigadir J.

Sebelum masuk dalam dua peristiwa itu, untuk mengingatkan, Putri Candrawathi di jadikan sebagai tersangka karena di duga ikut terlibat dalam skenario pembunuhan Brigadir J yang di otaki oleh suaminya.

Putri juga sempat melaporkan Brigadir J dalam kasus dugaan pelecehan. Kasus ini kemudian di setop oleh Polri. Di duga laporan pelecehan ini hanya sebagai akal-akalan Ferdy Sambo Cs

untuk menghalangi penyidikan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J. Selain itu, Irjen Ferdy Sambo dalam pengakuannya saat menjalani pemeriksaan,

dia melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J karena adanya insiden yang dia sebut melukai harkat dan martabat keluarga di Magelang. Namun tidak di jelaskan secara rinci perbuatan apa

yang di maksud Ferdy Sambo tersebut. Timsus pun langsung bergerak ke Magelang untuk mendalami keterangan Ferdy Sambo. Penyidik memeriksa sejumlah bukti dan meminta keterangan dari para saksi.

Setelah mengingatkan hal di atas, masuklah pada dua peristiwa di Magelang yang di duga menjadi awal mula niat Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir J.

Hal ini berdasarkan informasi yang di himpun , Minggu (21/8/2022). Dua kejadian di Magelang ini sama-sama bersumber dari keterangan Kuat Ma’ruf, sosok sipil yang sudah cukup lama menjadi ART sekaligus sopir di keluarga Ferdy Sambo. Berikut dua peristiwa yang terjadi di Magelang itu:

Senin 4 Juli: Kuat Ma’ruf lihat Brigadir J hendak gendong Putri

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, di ruang tengah rumah Ferdy Sambo, Brigadir J di sebut hendak menggendong Istri dari Ferdy Sambo Putri Candrawathi

Kala itu, Putri sedang beristirahat di sofa ruang tengah lantai 1 sambil menonton tv.

Brigadir J di sebut tiba-tiba datang mendekati Putri. Brigadir J di sebut berupaya membopong Putri yang sedang beristirahat sambil berkata ‘jangan di sini dong’.

Peristiwa ini di lihat oleh Kuat Ma’ruf, asisten rumah tangga yang sudah cukup lama ikut keluarga Irjen Sambo. Kuat terkejut melihat peristiwa yang di saksikannya itu.

Dia sampai berteriak dan meminta Brigadir J untuk tidak menggendong atasannya itu. “Kamu siapa. Nggak ada yang angkat-angkat Ibu”.

Menurut pengakuannya di depan penyidik, Kuat Ma’ruf belum melaporkan peristiwa itu ke Ferdy Sambo.

Kamis 7 Juli: Brigadir J Kepergok di Kamar Putri

Peristiwa kedua masih terjadi di rumah Ferdy Sambo di Mertoyudan, Magelang, dan terjadi pada Kamis (7/7) sekitar sore hari. Saat itu Kuat memergoki Brigadir J sedang berada di kamar Putri.

Kuat Ma’ruf pun melaporkan hal itu kepada Brigadir Ricky Rizal. Ricky yang mendapatkan laporan langsung menyita pistol HS 9 dan senjata laras panjang milik Brigadir J.

Kuat di duga melaporkan kejadian ini ke Irjen Sambo, yang saat itu sudah berada di Jakarta. Namun ada juga versi pengakuan lain yang menyebutkan bahwa Putri lah yang kemudian melapor ke suamiya itu.

Penyidik masih mendalami detail dan rangkaian kesesuaian kesaksian dalam dua peristiwa ini. Yang jelas, apa yang terjadi sebenarnya antara Putri dan Brigadir J hanya di ketahui oleh keduanya.

baca juga: Memilik Berbagai Manfaat Sorgum

Related Posts